Dan..

sudah lama tidak ngepost
postingan ngaco kalau tidak ngepost

Hi

It’s me, tryin to bloggin’ again, doooh

My First MOKAlicius day

Akhirnya hari ini MOKA diselenggarakan. Setelah penantian dag dig dug, uhuy, akhirnya merasakan nikmatnya orientasi kampus.

Hari dimulai habis sahur. Setelah tidur lagi sebentar, terus perlengkapan yang sudah disiapkan dari tadi malam mulai di cek ulang lagi. Sudah mandi, pakai seragam kemeja putih celana hitam berdasi hitam, dan siap deh berangkat. Saya berangkat jam 6, ngikut dibonceng teteh yang mau berangkat kerja di Lembang.

Jam 6 lewat dikiit si Honda Beat melesat menuju kampus UPI. Turun di dekat Daarut Tauhid, terus naik deh di jalan setapak samping Isola Resort di depan gedung JICA. Setelah lari-lari kecil menuju tempat kumpul sektor saya; di Fakultas Ilmu Pendidikan; seraya ngikutin orang-orang yang pake name tag pink (warna untuk kelompok saya ya warna itu, “gue banget” yah?) akhirnya menemui gerombolan mahasiswa baru sektor 5 yang berseliweran diselingi teriakan-teriakan.

Aish, gerombolan, iya, masih berupa gerombolan. Ada yang sudah membuat barisan, ada juga yang belum tahu tempatnya dan berjalan mondar-mandir di belakangnya, bingung mencari kelompok. Saya termasuk orang yang bingung. Beruntung saya tidak bingung sendiri, hehehe, saya bertemu dengan mahasiswa baru dari fakultas seni.

Di depan barisan-barisan kelompok terdapat tulisan-tulisan angka, ada yang di karton, ada juga yang di secarik kertas buku tulis biasa. Sembari mengangkat tulisan itu tinggi-tinggi, pemegangnya berteriak-teriak menyebutkan nilai angka yang tertera itu. Angka apaan yah? Usut punya usut itu angka yang menunjukkan kelompok.

Awalnya saya berada di kelompok 1, tapi ternyata kelompok 1 untuk putri. Setelah mondar-mandir lagi ternyata untuk putra angkanya ditambahkan 23, jadi saya di kelompok 24.

Absensi, terus mendata ukuran jas almamater. Kemudian dari Kordinator Lapangan mulai mengarahkan kegiatan. Yang paling geje (hehehe) ketika pemberian yel-yel.

Yel-yel untuk sektor kami menyadur dari lagu “Cinta Satu Malam”, tahu kan? ih ih ih, hahaha

Anak sektor lima
Oh asyiknya
Anak sektor lima
Buatku melayang
Walau empat hari
Akan selalu ku kenang
S’lama-lamanya..

Terus dilanjutkan dengan lagu saduran “Disini senang”

Disini lima, disana lima
dimana-mana hatiku lima
Disini lima, disana lima
MOKA UPI pasti sektor lima

Kalau dilihat dari tatanan bahasa memang rada (alias sangat, hihihi) nggak nyambung bin aneh binti geje, haha, tapi seru-seru an la..

Sesudah itu pergi ke Gymnasium. Di sana upacara dan kegiatan “ceramah”, “sambutan”, dan “pidato” dilaksanakan.

Gymnasium letaknya dekat dengan gedung JICA (JICA mulu -_-) , tepatnya di sebelah Lapangan Berdebu (alias Gelanggang Olahraga Bumi Siliwangi). Di dalam Gymnasium sudah disediakan kursi-kursi yang berjejer rapi. Di tingkat dua sebelah kiri ada set gamelan, di sebelahnya lagi ada paduan suara dari mahasiswa baru fakultas seni, dan yang paling ujung ada Orkestra Bumi Siliwangi yang lagi check sound.

Di bagian depan atas sudah dipasang layar dengan tampilan Windows XP. Beberapa saat kemudian tampilannya berubah. Wiiiw! Berubah jadi video conference! Iya! Jadi upacara ini disiarkan langsung di kampus-kampus daerah. Asal boleh tahu, UPI mempunyai beberapa kampus daerah, dan yang saya datangi ini letaknya di Bandung dengan nama Kampus Bumi Siliwangi.

Sesudah mengambil tempat duduk masing-masing kemudian kami membaca Al-Qur’an, baru upacara dimulai.

Protokol biasa buat upacara dan akhirnya pemanggilan rektor beserta staff lainnya. Yang paling keren saat prosesi ini ada bunyi gamelan dan.. apa ya namanya? alat musik yang tlang tling tlung itu tuh… Pokoknya suasananya terkesan mistis banget deh, hihihi.

Sesudah itu lagu Indonesia Raya diikuti lagu Mars UPI dan.. Hymne UPI yah? Kurang dengar waktu itu apa lagu yang dibawakan. Pembawaan lagu ini dinyanyikan oleh mahasiswa baru dari fakultas Seni dan diiringi orkestra Bumi Siliwangi. So pasti saya memperhatikan yang gesek biola, hehehe (masih doyan sama biola nui)

Setelah itu ada sambutan-sambutan. Ng.. kalau misalnya minta menceritakan kembali apa isi dari pidatonya udah nggak begitu ingat lagi :putarmata:

Setelah beragam pidato dan embel-embelnya, ada penampilan dari kelompok pemain angklung. Mereka membawakan lagu Tanah Air dan medley dari lagu daerah. Sst.. para pemain angklung ini sudah dikenal seccara internasional loh, bahkan mereka sempat diundang ke Afrika Selatan, prikitiw!

Sesudah itu pemberian materi yang lagi-lagi kalau misalnya menceritakan kembali nggak ingat :putarmata lagi:

Setelah itu sholat.

Kami dibawa ke tempat buat wudlu. Ups, bukan tempat yang ada pancuran air kerannya, tapi tempat untuk wudlu dengan air yang sudah kami bawa dari rumah. Air tersebut disimpan dalam botol 2.5 L. Setelah itu kami pergi ke gedung FIP untuk sholat disana.

Sudah itu balik lagi deh ke tempat wudlu tadi. Disana disuruh untuk berkumpul lagi dan membentuk sesuai kelompok masing-masing. Lagi-lagi pada ribet mondar-mandir lagi, tapi alhamdulillah nggak kayak pas pagi-pagi tadi, sebentar aja sudah tersusun.

Setelah itu kembali lagi deh ke Gymnasium.

Nah ini seru nih.

Waktu kembali di Gymnasium saatnya pemberian materi dari BEM. Awalnya sih berjalan lancar, tapi taunya hujan lebat.

Karena Gymnasium tidak berjendela kaca namun berupa sekat-sekat agar sirkulasi udara di dalam lancar dan sejuk maka konsekuensinya kalau hujan berangin walhasil airnya ikut-ikutan nyelonong.

Sisi lantai dua sebelah kanan yang kena guyuran air hujan teriak-teriak. Ada yang melindungi kepalanya dengan alas duduk, ada juga yang taunya sudah bawa payung. Setelah agak reda, taunya hujan lebat lagi. Kini sisi kiri yang teriak-teriak. Yang bagian tengah di lantai satu juga pada bingung. Angin begitu kuatnya sehingga air terbawa ke tengah, selain itu ada atap yang bocor, aih… jadinya pada nutup kepala dan geser-geser deh.

Jadinya seru tapi, hohoho.

Setelah BEM dan Dewan Perwakilan Mahasiswa selesai memberi pengarahan dianjutkan pengarahan yang luar biasa dari…. pak siapa gitu nggak ingat, pokoknya beliau sedang melanjutkan di UPI untuk PKn. Awalnya penampilannya biasa, suaranya pelan, tapi tiba-tiba beliau naik ke atas kursi dan teriak-teriak berorasi! Wui!!! Motivator ternyata! Bikin mata membelalak.

Setelah selang berapa lama akhirnya jam setengah tiga, dan langsung deh pulang.

Jadi kesannya untuk 1st day MOKA:

Biasa aja sih, alhamdulillah mendidik. Ngeri? Marah-marah? Aih, nggak ada tuh, itu mah masa SMA.
Bagus yang kayak gini. Ini namanya Masa Orientasi Kampus. Memang memberi orientasi alias pengarahan.

Dan besok?
Kegiatan fakultas.
Motor teteh rusak, nggak bisa diantar deh, jadi naik angkot, jam 5 kali ya? mudah-mudahan nggak telat

Masih ada 3 hari lagi untuk melaksanakan MOKA, ada kejutan apa lagi ya?

Another day another day

Hari kesekian di Bandung. Hm, hari keberapa? (ngecek kalender) oh, udah hampir tiga minggu.
Sebentar lagi OSPEK (a.k.a MOKA in my university). Sebentar lagi dunia kesibukan akan bermula dan dunia nyante ditendang jauh-jauh ke kolong tempat  tidur (walaupun tempat tidur disini nggak ada kolongnya).
Untuk menunjang kegiatan yang sebentar lagi sibuk maka harus ada target-target supaya setiap acara terasa gairahnya, betul nggak?
Supaya ada yang mengingatkan maka saya tulis aja deh beberapa target itu
1.    Mendokumentasikan kegiatan. Caranya dengan blogging.
2.    Mendokumentasikan ilmu. Caranya dengan blogging (juga)
3.    Mendokumentasikan blog. Caranya dengan blogging (aih! Rekursif!)
—–
Kegiatan hari ini
Tadi ke UPI. Ngapain? Rencananya sih ketemuan sama temen, eits, tapi ternyata terkendala teknis, hohoho.
Ya sudahlah.
Selain itu ke UPI juga buat sholat Jum’at di AF.
Apa itu AF? Adanya juga EF (English First). Apa AF itu Arab First?
O, bukan, AF maksudnya Al-Furqon. Mesjid paling tenar di UPI. Begitu masuk UPI dari gerbang depan pasti langsung bisa ngelihat mesjid ini.
“Tempat buat ngumpul-ngumpul, ngerjakan tugas, ketemuan..” kata teteh saya. Bener banget, pas tadi datang ke sana banyak orang yang lagi ngumpul diskusi, ada juga yang sambil bawa laptop, ada yang lagi baca Qur’an, ada juga yang lagi nonton TV lewat hape
Keren loh mesjidnya. Lantainya kayu. Jadi kalau mau sujud pas sholat berjamaah kedengaran “brugh brugh brugh.”
Tempatnya luas banget. Kalau nggak salah ada 4 tingkat. 1 tingkat di ruangan bawah, 3 tingkat di atas buat tempat sholat. Walaupun banyak banget area untuk sholat tapi yang datang tadi banyak banget sampai-sampai ada yang sholat di tingkat paling atas.
Yang paling bikin pandangan tercuri adanya marquee di dalam mesjid. Isinya tentang jadwal sholat, jadwal kegiatan mesjid, sama jam. Terkadang juga ada beberapa nasihat.
Di Al-Furqon nggak perlu AC, karena sudah dingin banget! Tadi pas sholat Jum’at aja pake jaket masih dingin, brr….
Oh ya, tadi sebelum sholat Jum’at ada pengumuman di Al-Furqon setiap bada’ Shubuh ada ceramah. Ada tafsir Qur’an, pemutaran film, dan topik yang paling menarik “Komputerisasi Islam”! Aih! Kerennya! Hiks, sayang jauh banget dari Cihanjuang ke UPI.
Keren deh Al-Furqon. Kalau ke UPI jangan lupa untuk bertandang ke dalam ya!

The beggar

Learn to write something and… here is the result:

It’s so common to see a beggar in Indonesia. So common so if you come to crowded place like traditional market you’ll never miss even a glimpse from them. Don’t get surprised when you are in a public transport and someone with ripped and filthy dressed come nearby with their hand sticking upward, sad eyes, sad expression, begging a coin or two to eat. Who are they? Why they come at the first place?

Many people criticized how beggar could spread in astonishingly way. They are disturbance. So disturbing until make the government makes them go behind the bars if they get caught begging on the street. When they come to the court, unlike a corruptor that defend their self with laws and constitution, they only ask for apology and telling their poverty to the judges.

Some other people make them as an indicator this nation hasn’t grow up yet. They do care, but only to tell that still many people do this job. Haven’t they care to give them a better life?

“Why they don’t have something else to do? Get a job!” shout someone commenting about beggar. Well then, from that statement we will ask why they don’t get any job?

Job opportunity in Indonesia is so small, that’s the reason. It’s still a few places for someone could enroll a job so the ratio for someone be hired is so small. It’s like one from a hundreds. The second reason, job opportunity for someone who has minimum education is almost impossible to find. Have a look at a newspaper and you’ll find exaggerating qualification for someone to enroll a company, truly not for someone which never gone to school before.

How to overcome the beggar indeed we have to create many job field. Create a job that everyone can do. A job that not required extraordinary SAT neither points nor amazingly university certificate. A simple job like gluing a button to some merchandise is really meaningful for someone.

Could be (and must be) something wrong in this mini article, so, what will you say?

Doh!

Still, for several post I uploaded in blogger, I was forgot I’ve moved to wordpress, doh…

I’ll keep on blogging for keep my writing skill fresh and trained. I felt it getting weak because I haven’t write for some times. Hm.. And I need to learn a lot about writing. Writing is fun you know?

Nestea

And our country got a new product from Nestle.

I search in wikipedia about it and this product exist since 1970. What a long time that is.

So, my argumentation about it is the name taken for its brand. As this post said, its called Nestea.

What? What’s wrong with that? Its name is the combination of Nestle brand and tea, innovative huh?

Uhm, well, the way you pronounce it is the problem. Have you noticed someone probably can misspelled it to be Nasty?

I don’t know whether I’ll drink this instant tea stuff, maybe it’s nasty, LOL! Just kidding

Wikipedia said it is instant tea and comes with some flavour (of course the flavour of tea itself, I mean the complimentary) such as lemon, peach, berries, etc.

Oh! And the flavour available for each country could be different (wonder why, never know, it’s the mystery of nestle)

Ah! Maybe I’ll try the green tea flavour (if it’s available in Indonesia). I haven’t drank a green tea again since I went to Japan, I miss the flavour.

Welcome Nestea! (How to spell it again?)

I Moved here

Why?
Because wordpress is a lot easier and… seems much professional, I want to try learn about it more.
See ya later
Oh, what’s this button?
:click:

Kya!!! Poll!

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

In TransTV? Two And Half Men?

I didn’t know its broadcasted in TransTV
But Its does, on 3:48 AM, and tagged “Adult” TV programs

Uh.. well…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.